metode rekrutmen

Ini Metode Rekrutmen agar Anda bisa Rekrut Karyawan Sesuai Harapan

Sudah rekrut berkali-kali tapi tetap saja karyawan kinerjanya di bawah harapan? Pun dapat karyawan yang bagus, tapi hanya bekerja beberapa bulan saja? Ada yang salah dengan metode rekrutmen Anda! Ganti metode rekrutmen Anda agar bisa punya karyawan yang ideal!

Salah metode rekrutmen

Tujuan utama pebisnis membangun bisnisnya adalah untuk meraih profit yang besar. Salah satu cara untuk mewujudkan tujuan tersebut yaitu dengan memiliki karyawan yang tepat di bisnis.

Maksudnya adalah karyawan yang performanya bagus, inisiatif tinggi, skill yang mumpuni, dan bisa meraih target yang telah ditentukan.

Namun untuk merekrut karyawan yang ideal dan tepat tentunya tidak mudah. Seringkali pebisnis dihadapkan pada kondisi dimana yang sudah berkali-kali rekrut karyawan, tapi tidak ada yang sesuai dan dibawah harapan.

Pun kalau ada karyawan yang bagus, biasanya akan minta gaji tinggi yang tidak sanggup untuk dibayar. Atau karyawan bagus tersebut tidak bertahan lama, bekerja beberapa bulan lalu kemudian mengajukan resign.

Ujung-ujungnya pebisnis terpaksa rekrut karyawan yang apa adanya dan tidak memenuhi standar. Dampaknya bisnis berjalan sangat lambat dan jarang bisa mencapai target.

Salah metode rekrutmen

metode rekrutmen
Metode rekrutmen yang selama ini digunakan oleh pebisnis seringkali tidak bisa memenuhi dan memberikan gambaran calon karyawan

Metode rekrutmen yang tepat sangatlah diperlukan agar karyawan yang direkrut oleh pebisnis adalah orang yang tepat (right people), di posisi yang tepat ((right place), dan di waktu yang tepat pula (right time).

Global Winning Awards Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, menuturkan bahwa metode rekrutmen yang selama ini digunakan oleh pebisnis seringkali tidak bisa memenuhi dan memberikan gambaran calon karyawan yang akan direkrut.

Ia menuturkan untuk mendapatkan karyawan yang next level, pebisnis tidak bisa hanya berpegang pada metode rekrutmen 1-on-1 interview yang fokus pada hard skill. Pebisnis juga harus fokus pada soft skill orang yang akan direkrut.

Metode rekrutmen untuk dapatkan karyawan idaman di bisnis ini diberi nama GRATYO® Power Recruitment (GPR). GPR ini secara garis besar terbagi dalam 3 tahapan:

Pre GPR

rekrut karyawan
Pebisnis membuat iklan lowongan kerja menggunakan prinsip AIDDA

Tahapan pertama dalam metode rekrutmen GPR adalah Pre-GPR.

Pada tahap ini pebisnis membuat iklan lowongan kerja menggunakan prinsip AIDDA (Attention, Interest, Desire, Dancing with objection, dan Action). Iklan yang dibuat harus unik layaknya iklan yang dibuat untuk menarik calon customer beli di bisnis.

Bedanya dengan iklan lowongan lain adalah pebisnis harus membuat dancing with objection, yaitu jawaban dari pertanyaan dan keraguan yang muncul di benak calon karyawan saat pertama kali membaca iklan lowongan kerja.

Setelah iklan lowongan kerja mencapai tanggal yang ditentukan, lakukan screening CV dan hubungi kandidat yang lolos. Jelaskan juga bawa akan ada tes sebelum sesi interview.

Baca juga:

GPR Session

GPR session dilakukan dengan grup dan dibagi menjadi 3 sesi ABC

Inilah beda metode rekrutmen GPR dengan metode rekrutmen lain. GPR session dilakukan dengan grup dan dibagi menjadi 3 sesi ABC. Ingat bahwa pebisnis bisa melakukan GPR session ini secara tatap muka atau juga bisa via online jika ada keterbatasan untuk bertemu.

Sesi pertama adalah A/bility yaitu sesi tes yang mana kandidat diberikan pertanyaan yang intinya adalah untuk melihat attitude dan aptitude para kandidat saat melakukan rekrut karyawan.

Sesi kedua adalah B/ehavior. Tujuan dari sesi B/ehavior untuk menilai behavior atau perilaku kandidat, oleh karena itu berikan beberapa pertanyaan kepada para kandidat dan nilai bagaimana cara mereka menjawabnya.

Sesi ketiga adalah C/haracter, pada sesi C/haracter pertanyaan yang diajukan adalah untuk mengenal karakter para kandidat. Contoh pertanyaan yang bisa ditanyakan adalah apa yang ingin Anda capai dalam hidup? Apa 1 hal yang paling Anda sesali dalam hidup dan kenapa?

“Tujuan melakukan GPR dalam grup adalah melihat karakter dan perilaku para kandidat. Karena tentunya kandidat yang direkrut akan bekerja bersama dalam tim. Nah dari GPR session akan ketahuan mana kandidat yang proaktif, mana yang karakternya bagus dan tidak.” ujar Coach Yohanes G. Pauly.

Post GPR

Post GPR lebih fokus ke dimensi hard skill

Jika GPR session dilakukan dalam grup, maka Post GPR adalah dengan 1-on-1 interview with truth serum. Tahap ketiga dari metode rekrutmen GPR ini hanya melibatkan kandidat yang lolos GPR session.

Interview ini sangat praktis dan powerful untuk dilakukan saat rekrut karyawan dan juga dilakukan oleh perusahaan besar dunia.

Bila saat GPR session lebih fokus ke dimensi soft skill, maka Post GPR lebih fokus ke dimensi hard skill. Pada truth serum ada 2 pertanyaan besar yang ditanyakan, yaitu truth serum tentang kehidupan sebelumnya dan truth serum tentang gaji sebelumnya.

Pertanyaan truth serum tentang kehidupan sebelumnya adalah seperti “Boleh ya nanti saat diskusi saya akan catat nama-nama penting, bila Anda lulus ke tahap final maka saya bisa hubungi untuk reference check mengenai Anda?”

“Sangat penting untuk melakukan truth serum kepada kandidat karena bisa saja kandidat berbohong saat interview perihal gaji sebelumnya dengan mengatakan gajinya lebih besar. Nah saat interview truth serum minta agar mereka membawa slip gaji sebagai referensi.” ujar Coach Yohanes G. Pauly.

3 tahap rekrut karyawan menggunakan metode rekrutmen GRATYO Power Recruitment (GPR) ini merupakan metode rekrutmen yang sangat tepat dilakukan oleh pebisnis untuk bisa mendapatkan karyawan yang ideal dan diidam-idamkan di bisnis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *