4 Kesalahan Strategi Bisnis Kuliner di Sosial Media yang Harus Anda Hindari!

Media sosial merupakan salah satu platform yang tengah naik daun untuk menjalankan strategi bisnis kuliner. Meskipun begitu, pebisnis seringkali melakukan 4 kesalahan saat menggunakan media sosial untuk strategi bisnis kuliner yang mengakibatkan bisnis sepi pembeli. Apa saja 4 kesalahan tersebut?

Strategi bisnis kuliner yang tengah naik daun

Pebisnis banyak yang menggunakan sosial media sebagai strategi bisnis kuliner. Kelancaran akses internet yang tanpa batas dan bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja menjadikan sosial media sebagai platform favorit dan naik daun.

Mulai dari postingan gratis hingga iklan berbayar bisa dilakukan oleh pebisnis agar strategi bisnis kulinernya sukses. Selain itu juga banyak agensi dan jasa digital marketing yang bisa membantu pebisnis agar strategi bisnis kuliner yang dibuat bisa berhasil dan banyak calon customer yang membeli di bisnis.

Namun meski memiliki banyak kelebihan, tak jarang pebisnis mendapati bisnisnya tetap sepi pembeli. Mayoritasnya pebisnis tidak sadar bahwa mereka melakukan kesalahan dalam strategi bisnis kuliner sehingga tidak ada calon customer yang datang membeli.

4 kesalahan strategi bisnis kuliner di media sosial

Kesalahan dalam strategi bisnis kuliner
4 kesalahan strategi bisnis kuliner yang tidak diketahui oleh pebisnis sehingga bisnisnya tetap sepi pembeli

World’s Top Certified Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan ada 4 kesalahan strategi bisnis kuliner yang tidak diketahui oleh pebisnis sehingga bisnisnya tetap sepi pembeli:

1.  Jual ke semua orang

Kesalahan pertama adalah pebisnis menjual produk yang mereka jual ke semua orang, padahal mereka bukanlah target market dari bisnis.

Dalam menjalankan strategi bisnis kuliner, yang pertama kali harus diketahui oleh pebisnis adalah siapa target market spesifik yang akan menjadi sasaran. Bagaimana bisnis akan ramai dibeli customer jika strategi bisnis kuliner yang dibuat tidak mengarah ke target market yang tepat?

Ibaratkan pemburu yang akan menangkap burung dengan peluru terbatas, ia harus tahu spesifik burung yang akan ditembak. Jika tidak ia akan menghabiskan peluru sia-sia karena menembak burung yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan keinginannya.

“Media sosial memang bisa menjangkau siapa saja dan dimana saja, namun bukan berarti bahwa semua orang adalah target dari strategi bisnis kuliner. Pebisnis harus tahu siapa spesifik market agar strategi bisnis yang dibuat bisa berjalan sesuai ekspektasi.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

2. Asal gunakan foto dan video

Kesalahan strategi bisnis kuliner oleh Coach Yohanes G. Pauly
Seringkali pebisnis melakukan kesalahan dan hanya menggunakan foto atau video semata dan melupakan aspek paling penting untuk menarik perhatian calon customer, yaitu AIDA

Kelebihan dari sosial media adalah sangat menonjolkan unsur visual dibandingkan teks. Pebisnis diberi kemudahan dan keleluasaan untuk menjalankan strategi bisnis kuliner dengan bentuk visual, baik foto maupun video.

Namun seringkali pebisnis melakukan kesalahan dan hanya menggunakan foto atau video semata dan melupakan aspek paling penting untuk menarik perhatian calon customer, yaitu AIDA.

“Harus ada AIDA yaitu ada unsur attention-nya. Strategi bisnis kuliner baik dengan meng-upload visual harus bisa membuat calon customer “berhenti”. Karena percuma saja membuat strategi jika calon customer hanya lewat saja.” jelas Coach Yohanes G. Pauly yang juga Founder dan Master Coach di GRATYO® ini.

Baca juga:

3. Terjebak perang harga

Pebisnis seharusnya gunakan pricing strategy, yaitu mengatur strategi harga sehingga semakin banyak calon customer yang beli

Apakah saat calon customer mengunjungi media sosial ia otomatis pasti akan beli? Belum tentu! Bisa saja hanya sekedar bertanya dan mengecek harga saja.

Hal seperti ini yang membuat kebanyakan pebisnis menggunakan jalan pintas untuk memenangkan calon customer, yaitu memberikan harga yang lebih murah dari kompetitonya. Alhasil, akirnya bisnis tersebut akan terjebak ke dalam perang harga.

Akibatnya bisnisnyatidak pernah untung dan malah merugi.

Coach Yohanes G. Pauly mengatakan bahwa pebisnis seharusnya gunakan pricing strategy, yaitu mengatur strategi harga sehingga semakin banyak calon customer yang beli. Bedanya dengan perang harga adalah disaat perang harga, pebisnis terjebak dan terpaksa menurunkan harga karena kompetitor terus menurunkan harga.

Terdapat 3 langkah yang bisa dilakukan pebisnis untuk pricing strategy:

  • Special offer: penawaran spesial untuk mengkonversi calon customer menjadi customer dengan penawaran harga yang berbeda dari normal.
  • Scarcity: special offer yang ditawarkan ke calon customer diberi jumlah batas produk yang tersedia
  • Urgency: ada batas waktu yang mendesak agar calon customer mengambil keputusan segera untuk membeli

4. Tidak bisa bikin customer jadi loyal

Bisnis kuliner di media sosial
Pebisnis harus bisa membuat customer datang lagi untuk membeli

Seringkali kesalahan yang dilakukan oleh pebisnis dalah tidak bisa membuat customer menjadi loyal dan beli lagi di bisnis.

Customer hanya datang dan beli satu kali saja dan tidak pernah kembali lagi ke bisnis untuk beli.

Padahal ada rahasia yang ampuh membuat calon customer kembali membeli  di bisnis, salah satunya dengan menggunakan stimulating loyalty program di media sosial dengan cara yang berbeda dari biasanya.

“Kebanyakan dari kita tidak semangat saat diberi loyalty program, beli 10 kali dapat gratis 1 kali karena masih ada 9 kotak kosong untuk dapat gratis. Coba ganti dengan 10 kotak kosong dan informasikan customer baru akan langsung dapat 5 cap di transaksi pertama. Jadi tinggal 5 kali cap lagi untuk dapat gratis.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Hasilnya? Customer akan berpikir bahwa ia sudah setengah jalan dan sangat disayangkan jika melewatkan kesempatan. Ia akan lebih sering untuk kembali membeli di bisnis agar seluruh cap bisa diisi.

4 kesalahan ini sering dilakukan oleh pebisnis saat melakukan strategi bisnis kuliner dan menyebabkan bisnis sepi customer. Hindari 4 kesalahan ini jika Anda ingin bisnis bisa sukses!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *