7 Strategi Praktis Bikin Business Plan di Bisnis! Apa saja?

Bingung bagaimana cara praktis bikin business plan di bisnis yang tidak hanya sekedar teori saja namun gampang untuk diterapkan? Pahami 7 strategi ini agar business plan yang dibuat bisa membawa bisnis profitable dan AUTO-PILOT!

Business plan bagus tapi hanya sekedar teori

Business plan sangatlah penting di bisnis karena berisi rancangan strategi lengkap yang harus dilakukan oleh pebisnis dan karyawannya untuk mencapai target bisnis.

Membuat business plan bisa dibilang susah-susah gampang. Dibilang susah juga tidak, dibilang mudah pun juga tidak.

Banyak buku, konsep, teori maupun artikel di internet yang bisa dijadikan pedoman oleh pebisnis untuk membuat business plan. Pebisnis cukup menyesuaikan business plan yang ia dapatkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tujuan bisnis.

Namun sayangnya tidak semua pedoman bisa diterapkan oleh pebisnis. Seringkali yang terjadi adalah pebisnis mencoba untuk membuat business plan yang terlalu mengikuti milik bisnis lain sehingga tidak cocok untuk bisnisnya.

Atau ia sudah membuat sesuai dengan keadaan bisnisnya tapi tidak tahu  bagaimana strategi praktis untuk menerapkan business plan tersebut.

Sebagai landasan penting agar bisnis bisa beroperasi dan berjalan sesuai dengan harapan, pebisnis harus membuat business plan yang praktis dan mudah diterapkan. Jika business plan saja tidak jelas bagaimana bisnis bisa mencapai target?

7 strategi praktis untuk bikin business plan

Business di bisnis-Coach Yohanes G. Pauly
Buat business plan berdasarkan pada 7 kebutuhan, dan masing-masing kebutuhan tersebut memiliki strategi masing-masing

Lalu bagaimana sebenarnya cara membuat business plan yang praktis, mudah diterapkan dan tidak hanya sekedar teori saja?

World’s Top Certified Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, menjelaskan bahwa saat membuat business plan pebisnis harus membagi dulu jenis kebutuhan. Jangan mencampur adukkan dan menyamaratakan karena akan membuat pebisnis bingung dan business plan jadi tidak efektif.

Ia menyarankan membagi pembuatan business plan berdasar pada 7 kebutuhan, dan masing-masing kebutuhan tersebut memiliki strategi masing-masing:

Leads Creation

Strategi pertama adalah leads creation, yaitu strategi tentang mendatangkan calon customer ke bisnis. Strategi ini sangat penting dan harus ada di business plan.

“Apa yang paling penting di bisnis apapun? Jawabannya adalah customer antri! Tidak peduli di bisnis apapun, kalau bisnisnya tidak ada yang beli dan customer malah antri di kompetitor, bisnisnya sudah berada di tepi jurang!” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Agar calon customer banyak yang datang ke bisnis, pebisnis harus membuat strategi leads creation dengan sangat praktis. Selain itu pebisnis juga harus peka dengan perilaku dan trend yang berkembang ditengah calon customer.

Strategi leads creation berisi 5 komponen:

  • Specific WHO: target customer yang sangat spesifik sebagai sasaran untuk membeli di bisnis
  • Relevant WHERE: lokasi atau tempat dimana biasanya target spesifik customer (specific WHO) berkumpul
  • Beyond WHAT: dengan menjual emotional benefit dibandingkan functional benefit yang hanya menjual fungsi barang atau jasa.
  • Different WHY: merupakan sesuatu yang berbeda diluar produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Right WHEN: waktu paling tepat untuk melakukan marketing program
  • Practical HOW: menuangkan marketing strategy menjadi marketing plan, yang isinya adalah marketing program yang praktis.

Leads Conversion

Strategi leads conversion oleh Coach Yohanes G. Pauly
Strategi leads conversion harus memiliki 7 langkah penting

Jika leads creation berbicara mengenai strategi untuk mendatangkan calon customer ke bisnis, strategi leads conversion adalah mengenai strategi untuk mengkonversi calon customer menjadi customer.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa strategi leads conversion harus memiliki 7 langkah penting yaitu 7 Strategic Input:

  • Leads generation: strategi yang digunakan agar semakin banyak customer yang tahu, datang, dan antri di bisnis
  • Conversion rate: strategi praktis agar calon customer yang datang ke bisnis dapat dikonversi sebanyak mungkin menjadi customer
  • Lost customer: strategi yang diterapkan agar customer yang tidak lagi beli di bisnis untuk kembali membeli di bisnis
  • Revenue/transaction: strategi  agar setiap kali customer membeli di bisnis, ia membeli lebih banyak lagi di setiap transaksinya
  • Repeat/customer: strategi agar customer kembali lagi lebih sering ke bisnis untuk membeli produk atau jasa
  • Gross margin: strategi untuk meningkatkan laba kotor di bisnis (gross profit margin)
  • Operating expense: strategi untuk meminimalkan biaya operasional di bisnis

Customers & Suppliers Fulfillment

Di dalam business plan harus ada strategi yang mengatur alur kerja bisnis secara keseluruhan

Sesudah membuat straetgi untuk mendatangkan calon customer dan mengkonversikannya menjadi customer, pebisnis kemudian harus membuat strategi untuk membangun sistem di bisnis.

Maksudnya, di dalam business plan harus ada strategi yang mengatur alur kerja bisnis secara keseluruhan. Tentunya pebisnis tidak mau disaat sudah banyak customer yang beli tapi alur bisnis malah berantakan sehingga customer malah tidak beli lagi di bisnis.

Dengan adanya sistem di bisnis, maka pebisnis tidak terikat di bisnis dan bisa meninggalkan bisnis hingga berbulan-bulan dan bisnis tetap jalan.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan ada 6 tahap dalam membangun sistem di bisnis untuk business plan:

  • Flowism: dengan membuat business flow atau business flow yang jelas di bisnis
  • Organism: struktur bisnis yang sangat strategis dan mendasar agar sistem bisa berjalan baik dan lancar
  • Mechanism: mekasnisme kerja antar divisi agar tidak terjadi miscommunication dan saling beraturan
  • Quantification: membuat standar yang bisa memonitor status berjalan atau tidaknya sistem di bisnis
  • Elimination: laporan periodik yang berisi status bisnis yang harus dipantau secara berkala
  • Automation: sistem yang membuat laporan-laporan indikator di bisnis bisa dibuat secara otomatis dan benar

Shareholder fulfillment

Business plan oleh Coach Yohanes G. Pauly
Pebisnis bisa belajar otodidak perihal keuangan agar bisa memonitoring bagaimana perencanaan keuangan yang baik dan benar

Selain mendatangkan customer, pebisnis juga harus membuat perencanaan keuangan di bisnis. Perencanaan keuangan tidaklah harus merekrutseorang konsultankeuangan. Pebisnis bisa belajar otodidak perihal keuangan agar bisa memonitoring bagaimana perencanaan keuangan yang baik dan benar.

“Kalau profit is the king, maka cash is king kong. Oleh karena itu pebisnis sangat penting untuk menguasai perencanaan keuangan sampai ke pembukuan.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Team Creation, Conversion & Fulfillment

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa tugas utama pebisnis adalah membangun superteam yang akan membantu pebisnis untuk menerapkan dan menyukseskan business plan yang dibuat.

Superteam adalah aset yang sangat penting di bisnis. Oleh karena itu di dalam business plan, pebisnis juga harus memasukkan strategi tepat mulai dari rekrut karyawan hingga membangun kinerja karyawan agar maksimal.

Baca juga:

Personal Foundation

4 formula sukses hidup oleh Coach Yohanes G. Pauly
Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan ada 4 formula sukses di hidup

“Apa formula agar bisa sukses di bisnis dan hidup? Jawabannya ada sebuah formula yang bisa diterapkan tidak hanya untuk bisnis saja tapi untuk juga kehidupan.” ujar Coach Yohanes G. Pauly

Formula sukses tersebut ada 4 yaitu:

  • Start with the right belief: jika pebisnis tidak percaya bisnisnya bisa sukses, maka akan tertanam dalam pikirannya bahwa ia tidak akan sukses
  • Move with the great actions: percaya saja tidak cukup, pebisnis harus membuat langkah yang terukur dalam menjalankan bisnisnya
  • Learn with the wise response: bagaimana sikap dan respon pebisnis saat rencana yang ia buat tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan
  • Lean to the mighty God: usaha yang dibuat oleh pebisnis harus dilengkapi dengan percaya pada kekuasaan Tuhan

Business Foundation

Business foundation berisi 3 bahan dasar utama untuk membangun bisnis yang sukses. Coach Yohanes G. Pauly mengatakan bahwa membangun bisnis juga membutuhkan dasar dan fondasi yang kuat, jika tidak bisnis bisa roboh.

Terdapat 3 fondasi dalam bisnis:

  • Time, merupakan bahan dasar utama yang terpenting dalam membangun bisnis karena tidak bisa dihentikan pemakaiannnya, tidak bisa didaur ulang dan sangat banyak yang menyia-nyiakannya
  • Energy, merupakan bahan dasar utama yang paling sering dilupakan oleh banyak orang karena sering tidak dianggap saat semua baik, namun baru disadari pentingnya pada saat kekurangan tenaga.
  • Money, merupakan bahan dasar yang paling sering dikeluhkan banyak orang dan mereka sangat yakin bahwa seandainya mereka punya banyak uang maka bisnisnya pasti sukses.

Jika Anda ingin membuat business plan yang tidak hanya sekedar teori dan gampang diaplikasikan di bisnis, 7 strategi ini harus Anda kuasai

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *