Membuat Standadr Operating Procedure (SOP)

Kesulitan membuat Standard Operating Procedure (SOP)? Baca cara praktisnya

Punya sih Standard Operating Procedure (SOP),  tapi nyatanya tidak pernah jalan di lapangan. Ingin membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang praktis dan bisa diterapkan? Baca cara praktisnya disini!

Yang penting punya

Kenapa banyak Standard Operating Procedure (SOP) yang tidak jalan di bisnis?

Ada banyak faktor yang menyebabkan Standard Operating Procedure (SOP) tidak jalan seperti ternyata Standard Operating Procedure (SOP) yang dibuat asal-asalan saja, karena tidak mengetahui cara praktis dalam membuat Standard Operating Procedure (SOP).

Bisa juga karena Standard Operating Procedure (SOP) yang dibuat 100% meniru bisnis lain. Padahal bisnisnya berbeda dan memiliki keunikan sendiri yang tidak bisa dipukul rata dengan Standard Operating Procedure (SOP) bisnis yang ia tiru.

Standard Operating Procedure (SOP) adalah salah satu syarat agar bisnis memiliki sistem yang berjalan. Standard Operating Procedure (SOP) berfungsi untuk mengatur mekanisme kerja antar divisi agar tidak tumpah tindih dan ada komunikasi yang jelas.

Tak jarang pebisnis menganggap remeh dan berasumsi yang penting ia punya Standard Operating Procedure (SOP). Padahal jika Standard Operating Procedure (SOP) dibuat dan diterapkan dengan benar maka akan berdampak sangat siginifikan di bisnis.

Langkah praktis membuat Standard Operating Procedure (SOP)

Membuat Standard Operating Procedure
3 langkah praktis Standard Operating Procedure yang jalan di bisnis

Coach Yohanes G. Pauly yang merupakan World’s Top Certified Business Coach mengatakan ada 3 langkah yang harus dilakukan oleh pebisnis untuk membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang praktis dan bisa jalan di day-to-day bisnis:

Fokus dari yang paling penting

Langkah pertama yang praktis adalah harus dimulai dari team yang paling membutuhkan. Pebisnis harus menentukan prioritas utama dalam membuat Standard Operating Procedure (SOP).

Bisa saja ada divisitertentu yang belum urgent untuk dibuat Standard Operating Procedure (SOP), jadi pebisnis harus fokus dulu ke divisiyang lebih membutuhkan. Namun bukan berarti divisi yang belum urgent tidak akan dibuatkan ya. Semua divisi harus dibuatkan namun tentu pebisnis harus melihat skala prioritas juga.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Pebisnis harus bisa menentukan skala prioritas. Misalnya jika divisi sales dan divisi finance lebih membutuhkan Standard Operating Procedure (SOP) dibandingkan divisi operations, maka pebisnis harus mendahulukan divisi sales dan divisi finance.  

Baca juga:

Buat langkah demi langkah

Membuat SOP
Buat langkah demi langkah agar jelas, teratur dan mudah untuk diterapkan

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis saat membuat Standard Operating Procedure (SOP) adalah membuat secara garis umum dan tidak rinci, sehingga karyawantidak paham dan bingung dalam melaksanakannya.

Oleh karena itu pebisnis harus membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang rinci dan detail langkah demi langkah yang harus dilakukan oleh karyawan.

Standard Operating Procedure (SOP) yang tidak rinci ini akan mengakibatkan kerancuan informasi sehingga karyawan menganggap apa yang mereka lakukan telah benar padahal sebenarnya jauh dibawah harapan pebisnis.

Jika pebisnis membuat Standard Operating Procedure (SOP) dengan detail dan rinci, akan ketahuan bahwa dimana kekurangan dan kesalahan masing-masing karyawan dalam bekerja.

Lakukan role-play lagi, lagi, dan lagi

Strategi praktis agar SOP mudah diterapkan oleh Coach Yohanes G. Pauly
Lakukan role-play sampai benar-benar hapal dan melakukan pekerjaan sesuai dengan Standard Operating Procedure

Apakah setelah membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang rinci dengan langkah demi langkah maka otomatis Standard Operating Procedure (SOP) sudah berhasil?

Tentu saja belum! Pekerjaan terbesar lain yang harus dilakukan oleh pebisnis adalah memastikan bahwa Standard Operating Procedure (SOP) dieksekusi dengan tepat.

“Ini rahasianya kesuksesan Standard Operating Procedure (SOP) yaitu dengan melakukan role-play. Team harus berulang kali melakukan role-play sampai benar-benar hapal dan melakukan pekerjaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Founder dan Master Coach di GRATYO® Practical Business Coaching ini menjelaskan bahwa role-play tak hanya dilakukan satu kali saja, namun berkali-kali hingga karyawanhapal dan benar-benar menerapkannya saat bekerja.

Selalu kaizen dan upgrade

Tentunya seiring berjalannya waktu ada beberapa Standard Operating Procedure (SOP) yang tidak lagi sesuai karena perubahan yang terjadi di internal bisnis.

Oleh karena itu pebisnis harus melakukan kaizen dan upgrade jika ada Standard Operating Procedure (SOP) yang kurang tepat atau tidak lagi relate untuk diterapkan di bisnis.

Bagaimana dengan bisnis Anda? Sudahkah Anda memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jalan di bisnis?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *